Pertemuan ke 3
Tema : Dasar penulisan
Narasumber : Rita Wati, S.Komp.
Pada pertemuan ketiga ini, yang dilaksanakan pada hari jum'at 9 April 2021 dengan tema Dasar Penulisan yang disampaikan oleh Ibu Rita Wati, S.Komp. Materi inilah yang begitu penting terutama buat saya pribadi yang baru mulai belajar menulis. Yang terkadang hanya bisa mengetik atau menulis tanpa kaidah dan aturan yang yang benar dan seharus, sehingga tulisan nya menjadi kurang menarik. Narasumber merupakan seorang guru yang penuh semangat dengan aktifnya diberbagai komunitas belajar dan literasi membuat beliau semakin banyak ilmu dan karya-karya yang dimilikinya. Serta prestasi yang didapat beliau sehingga tidak heran untuk menjadi narasumber saat ini untuk membagikan sedikit dari ilmunya untuk grup belajar menulis PGRI ini yang juga beliau merupakan alumni dari belajar menulis gelombang 10.
Pada awal penyampaian materi bu Rita mengatakan bahwa kebanyakan orang menulis itu susah dan itu memang saya rasakan sebagai orang yang mulai belajar menulis. Ternyata penyebab susah menulisnya diantaranya karena susah ide, miskin kosa kata, sulit merangkai kata, susah memulai tidak percaya diri, mau menulis apa, takut tulisan tidak bisa di dipahami pembaca, tulisannya acak-acakan dan lain sebagainya. Dan itu benar-benar saya alami sehingga dari dulu ingin sekali menulis tapi itu tadi banyak sekali alasan sebagai penyebab untuk memulai menulis.
Setelah mengikuti pertemuan pertama dan kedua yang disampaikan narasumber ibu Sri Sugiarti dan Bapak Wijaya yang akrab di panggil om Jay beliau mengatakan jangan takut untuk menulis, menulis dan menulis jangan takut salah, bangayak ide yang bisa di ambil untuk kita tulis, bisa darimana saja, Sekarang dengan pertemuan ketiga ini semakin menambah lagi ilmu yang saya dapat dari narasumber bu Rita untuk memulai menulis harus ingat rumus 5 W + 1H yaitu
1. What (apa) Cerita apa yang terjadi yang akan ditulis, atau kejadian apa yang sedang terjadi, apa penyebabnya dan dampaknya.
2. Where (dimana) Dimana kejadian itu berlangsung yang bisa diceritakan.
3. When ( kapan) kapan kejadian itu berlangsung.
4. Who ( siapa) siapa saja yang mengalami kejadian tersebut.
5. Why(mengapa ) mengapa kejadian itu berlangsung
How (bagaimana) bagaimana kejadian atau peristiwa itu bisa terjadi. dari sinilah alur cerita bisa di tulis dengan menataan bahasa sehingga pembaca bisa mengikuti alur ceita yang kita tulis.
Narasumber mengatakan bahwa kebanyakan kesalahan yang dilakukan oleh penulis dari cerita yang ditulis terletak pada bacaan dan tanda-tanda penulisan, tanda-tanda bacaan seperti titik, koma, penulisan huruf besar, nama, singkatan, penggunaan kata sambung, imbuhan, penempatan tanda baca seperti tanda tanya(?), tanda seru (!). Ternyata banyak sekali kesalahan penulis yang harus diperhatikan.
Dengan materi pada pertemuan ketiga ini saya semakin yakin dan semangat untuk belajar menulis, sambil mencoba untuk mendapatkan ide dari pengalaman sendiri, berani menulis meskipun masih tidak beraturan dan berusaha menulis sesuai kaidah penulisan. Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Rita Wati, S.komp. sebagai narasumber untuk ilmu dan motivasinya semoga saya bisa menulis dengan baik.
Salam Sehat
Dewi Sumartini
Kab.Tangerang

Komentar
Posting Komentar